SOLO – Lima angkatan pertama alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta atau biasa disebut  Mandaska, yakni lulusan tahun 1993, 1994, 1995, 1996 dan 1997 menggelar acara Reuni Akbar di Aula MAN 2 Surakarta Jalan Slamet Riyadi 308, persisnya di Utara Stadion R Maladi Sriwedari Solo, Selasa (25/12/2018)
Reuni Akbar kali pertama digelar tersebut terlangsung meriah, dahadiri oleh sekitar 400 alumni. Apalagi, sebagian besar dari almuni datang dengan keluarga, suami/istri dan anak-anaknya masing-masing, sehingga aula benar benar ful.


Pada penghujung acara, alumni juga memberikan kenang-kenangan kepada madrasah berupa uang tunai yang dikumpulkan secara spontanitas dari peserta reuni yang hadir, untuk digunakan pengembangan MAN 2 Surakarta.


Reuni dengan mengusung tema “Pasedulurun Sak Lawase” itu juga dihadiri oleh kepala madrasah yang diwakili oleh Wakil Madrasah bidang Humas Sugiyono, dan beberapa guru yang mengajar pada tahun 1993-1997, seperti Ibnu Sarjono, Kholid Samuhalib,   Paimin dan lain lain.
Ketua Reuni Akbar Mulato mengatakan, reuni digelar dalam rangka untuk menjalin silaturahim secara nyata atau fisik. Karena sebetulnya, selama ini para alumni sudah setiap saat melakukan silaturahmi, namun melalui dunia maya, yakni media sosial.  “Sekarang sudah ada media medsos, seperti WA, FB, Instagram, Twitter dll. Setiap saat kita sudah menggunakan sarana itu untuk berkomunikasi, dan saat ini kita melakukan silaturahmi secara fisik di sini. Dengan ketemu langsung seperti ini, kita bisa melihat wajah  teman teman kita, mendengar langsung kabar teman teman kita. Dan ternyata juga ada diantara kita ini, selama ini juga belum pernah bersilaturahmi lewat medsos ,” kata alumni angkatan 1993 ini.
Disisi lain, kata lelaki asal Solo, reuni ini juga sebagai ajang silaturahmi dengan almamater yakni Mandaska dan jajaran guru. Setelah lebih dari 20 tahun berlalu kenyataanya masih ada beberapa  guru saat itu sudah mengajar, sekarang juga masih mengajar di Mandaska. “Kita ingin tahu kabar perkembangan Mandaska. Kita tentu bangga dan senang, jika keberadaan Mandaska bisa semakin maju dan berkembang” ucapnya.




Sementara, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Sugiyono SAg, MPd, mengatakan, pihak sekolah menyatakan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan seperti ini. Memang harapan madrasah, antara madrasah dan para alumni tidak putus komunikasi dan silaturahmi. Alumni tidak lupa dengan almamaternya. “Sebagai salah satu upaya mengembangkan dan memajukan madrasah adalah tidak putus hubungan dengan alumni. Dan harapan kami, para alumni juga mau membantu secara aktif dalam kegiatan kegiatan yang dilaksanakan madrasah, baik membantu berupa tenaga, pikiran, material, dll. Ya, setidak-tidaknya bantuan berupa doa, untuk kemajuan madrasah,” kata dia.
Masih kata Sugiyono, perkembangan Mandaska juga sangat membanggakan.  MAN 2 Surakarta adalah  perubahan dari PGAN Surakarta, yang berdiri pada Januari tahun 1990. Saat masih PGAN, sekolah ini menjadi sekolah favorit, jumlah murid yang mendaftar selalu membludak dan karenya sampai menolak murid. Begitu berubah jadi MAN 2 Surakarta jumlah pendaftar langsung turun drastis. Dan kini, Mandaska sudah maju dan kembali menjadi idola. Setidaknya dalam lima tahun terkahir, jumlah pendaftar juga selalu membludak dan juga sudah menolak murid. “Selain jumlah murid pendaftar meningkat, prestasinya juga sudah membanggakan. Sudah banyak alumni yang diterima di PTN ternama. Mohon doa restunya, semoga ke depan bisa lebih maju dan berkembang lagi,” katanya.
Guru ekonomi/akuntansi Ibnu Sarjono dalam kesan dan pesannya mengatakan, senang bisa hadir di tengah tengah alumni lima angkatan pertama MAN 2 Surakarta. Apalagi, saat tahun 1993 -1997, dirinya juga sudah menjadi pengajar di tempat itu. “Saat masih PGAN, awal-awal saya jadi guru saya jadi guru olah raga. Karena di PGA tidak ada pelajaran akuntansi. Begitu jadi MAN saya tidak lagi mengajar olah raga,” katanya.
Dia meyakini, sesama alumni sebetulnya sudah saling berkomunikasi, setidaknya melalui dunia maya, alias medsos. Namun acara reuni tetap sangat bagus dilakukan, tentu tujuannya adalah untuk menjalin silaturahmi, dan kalau bisa juga bisa saling membantu dan menolong terhadap teman yang mungkin butuh bantuan.

“Di WA saya ada grup alumni SD, SMP, SMA, S1,S2 dan S3. Dan yang paling ramai adalah grup WA SMA. Entah mengapa, kok SMA yang paling ramai,” katanya disambut tepuk tangan peserta reuni.
Sementara itu, salah satu peserta alumni angkatan 1994, Dwi Yuningsih, mengatakan senang dengarn adanya acara reuni seperti ini. Karenanya, dia tidak datang sendirian, namun juga datang bersama suami dan kedua anaknya.
“Alhamdulillah reuni berjalan lancar sukses. Terima kasih kepada panitia sudah mempersiapkan acara reuni Akbar ini,” kata Dwi, PNS di RSUD Karanganyar ini. (asz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here