infoterkiniku.com, SEMARANG- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Robiul Awal 1440 H yang dilaksanakan RISMA JT (Remaja Masjid Agung Jawa Tengah) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) jalan Gajah Raya Semarang Selasa pagi (20/11) dipadati ribuan jamaah dari berbagai kota di Jawa Tengah. Mayoritas dari mereka adalah remaja dan pemuda usianya dibawah 30 tahunan.
Acara yang dimulai pukul 05.00 sampai 09.00 itu menghadirkan penceramah Habib Umar Muthohar. Wagub Jateng Gus Yasin juga menghadiri ini dan sekaligus memberikan sambutan.
Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA sangat gembira dan terharu karena dalam pengajian maulid bakda subuh ini sangat dipenuhi oleh para pemuda. Ini menandakan bahwa pembinaan generasi muda melalui jamaah sholawat sangat efektif bahkan jamaah sholawat ini sudah masuk istana. Jamaah tersebut yang berasal dari berbagai kota seperti seperti Pekalongan, cilacap demak, pati, Kendal dan kota Semarang dan sekitarnya. “Saya terharu. Saya tidak menduga  kalau yang akan hadir pagi ini sekian banyak dan mayoritas adalah remaja dan pemuda. Sebelum subuh mereka telah memadati MAJT,” kata anggota DPR RI ini.

Wagub Jateng Gus Yasin bersama Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Ahmad dan lain lain saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1440 H di MAJT Selasa, 20 Nopember 2108

Pengajian Maulid Bakda Subuh tersebut juga menghadirkan Grup rebana Az Zahir dari pekalongan yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin. Grup Rebana Az Zahir ini seringkali mendampingi Habib Lutfi bin Yahya. Para pecinta Sholawat Zahir Mania yang hadir dalam pengajian maulid tersebut berasal dari berbagai daerah tersebut senang mengikuti Majlis Sholawat karena keberkahan dan silaturahim mereka dapatkan.
Sementara, Wagub Jateng Gus Yasin dalam sambutannya menyampaikan bahwa perubahan bangsa ini selalu di awali oleh para pemuda. Untuk itu beliau berpesan agar RISMA JT dan gerakan pemuda lainnya agar selalu memperbaiki diri dan meneladani sikap Rosulullah SAW dalam membangun bangsa ini. Pesan kedua adalah agar kita selalu bertabayun pada setiap berita yang ada atau setiap perubahan yang ada agar terhindar dari berbagai pecah belah dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Hoax atau berita tidak benar,  fitnah itu sudah ada sejak dulu. Bahkan nabi Muhammad juga sering menjadi korban hoax. Banyak orang Yahudi, dan non muslim sangat membenci Rosul. Mereka mendengar informasi yang salah tentang Rosul. Namun setelah bertemu dengan Muhammad, semuanya berubah. Ini seperti kisah nabi Muhammad dan  wanita tua Yahudi yang menggendong kayu bakar,” katanya.
Habib Umar Muthohar dalam tausiyahnya menyampaikan, kita sebagai Umat Islam harus bisa meneladani dan meniru Rosul Muhamad, dalam semua aspek. Jika umat Islam sedang beribadah sholat kiblatnya adalah Ka’bah, namun jika dalam sikap perbuatan kiblatnya adalah Nabi Muhammad. “Kita harus berusaha meniru dan meneladani nabi. Misal bangun tidur, Nabi kalau bangun tidur itu langsung berdoa. Ada doa setelah bangun tidur. Tapi kalau kita kebanyakan, bangun tidur tidak berdoa tapi langsung buka HP. Betul apa betul,” kata Habib Umar Muthohar langsung disambut Ya…oleh para jamaah.
Habib Umar Muthohar menambahkan, akhlak nabi adalah keberadaan Nabi, dimana pun berada tidak pernah mengganggu orang orang di dekatnya, baik dari lesan (ucapan) atau tangannya (perbuatan/kekuasaan). Semua orang yang berada di sekitar nabi akan merasa nyaman dan bahagia. Karena akhlaknya itu pula, Islam berkembang dengan cepat.
“Ajaran Rosul, kita dianjurkan untuk memakai minyak wangi. Tujuannya agar kehadiran dan keberadaan kita tidak menggangu orang lain dengan bau tidak sedap badan kita. Arti yang lebih luas, dimana pun saja, dan sampai kapanpun, kita sebagai umat Islam jangan menggangu dan bikin resah, bikin tidak nyaman orang lain,” terang Habib Umar Muthohar.
Pengajian Maulid yang dipelopori oleh RISMA JT ini merupakan kegiatan tahunan yang menutup rangkaian pembacaan maulid 12 hari yang diselenggarakan oleh bidang Ketakmiran Masjid Agung Jawa Tengah. Kegiatan Maulid tersebut telah dilaksanakan ke 12 kalinya ini.
Puncak pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW akan diselenggarakan besok ahad, 25 November 2018 pukul 19.30 Wib di Ruang Utama Sholat Masjid Agung Jawa Tengah. Pengajian Tersebut direncanakan akan menghadirkan Habib Salim Bin Shalahuddin Jindan yang merupakan pimpinan Majlis ta’lim Al Habib Salim Bin Ahmad Bin Jindan dari Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here