SEBELUM manusia lahir, Allah SWT telah menetapkan 3 (tiga) perkara kepada manusia, yakni tentang umur, jodoh dan rezeki. Semua telah dituliskan.

Pengertian “telah dituliskan” menurut saya – orang yang awam dan bodoh ini- adalah masih bersifat abstrak dan banyak penafsiran. Mengapa ? Sebab walaupun telah ditentukan, namun Allah SWT juga memerintahkan hambanya untuk berikhtiar.
Pemahaman saya tentang rezeki yang sudah dijatah – – semoga Allah mengampuni jika salah– yaitu Allah memang sudah menjatah rezeki setiap mahluknya. Allah menjamin rezeki setiap mahluk.  Dan selanjutnya adalah tergantung manusia sendiri. Tergantung kita  sendiri, mau diambil berapa jatah rezeki itu. Mau diambil semua,  atau hanya sebagian.  Adapun rezeki itu diambil dengan ikhtiar.  Dan iktiar yang dilakukan tidak hanya ikhtiar lahir saja, namun juga batin. Dan kebanyakan manusia, kurang mengabaikan ikhtiar bathiniah, atau boleh disebut amal ibadah, baik ibadah Hablum minallah atau Hablum minnasi.

Berikut adalah amalan sepanjang masa yang bisa  mendatangkan rezeki:

1. Shalat Dhuha

Shalat Dhuha ini dilakukan pada pagi hari setelah matahari terbit  sampai sebelum masuk waktu duhur (kira kira jam 7 pagi) sampai jam 11 siang. Jumlah rakaatnya adalah 2, 4, 6, 8 rakaat hingga 12 rekaat. Dikerjakan dengan dua rekaat salam).

Berikut adalah Doa setelah shalat Dhuha :

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.

2. Bershodaqoh

Bersedekah atau bershodaqohlah dengan ikhlas dan (kalau bisa) jumlahnya besar. Artinya, jika mampu bersedekah Rp 100.000, mengapa hanya bersedekah Rp 1.000 ?. Kalau perlu sekali kali kasih aja tukang parkir atau pengemis dengan uang “kagetan” Rp 100.000. Pasti aja tukang parkir atau pengemis tadi akan kaget. Dan Insya allah kita juga akan “dikagetkan” oleh Allah swt dengan Rezeki yang besar !!!. Tapi sekali lagi ingat, bersedekah harus ikhlas… Agar sedekah kita bisa bermanfaat dunia akhirat. Bersedekah tidak ikhlas, juga ada manfaat, namun hanya bermanfaat di dunia saja. Karena janji Allah, Allah akan memberikan balasan kebaikan kepada  orang orang yang ahli bersedekah, baik dilakukan secara terang terangan atau sembunyi sembunyi.

Kedua amalan di atas jika dilakukan dengan rutin dan Istiqomah insya allah hasilnya akan luar biasa. Sekedar info saja, banyak pengusaha dan orang “berada” lainnya yang menjadikan kedua amalan di atas sebagai amalan rutin.

Namun yang terberat menurut saya bukan amalannya, namun justru menjaga rutinitasnya itulah yang membutuhkan kemauan yang sangat kuat.

Banyak sekali orang yang pada awalnya menggebu gebu, namun begitu rezeki sudah mulai meningkat dan kesibukan semakin banyak maka amalannya pun tidak dijalankan lagi.

Selain dua amalan di atas, masih banyak lagi amalan lainnya yang – insya allah – akan mendatangkan rezeki. (Wallahu a’lam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here