Masjid Agung Jawa Tengah di Jalan Gajah Raya

SEMARANG –  Manusia merencanakan namun Allah yang berhak untuk mewujudkan atau tidak. Itulah yang terjadi dengan rencana Presiden RI Joko Widodo Jumat (19/10). Mantan Walikota Solo dan Gubenur DKI ini merencanakan untuk menunaikan Salat Jumat di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Semarang, namun batal.
Dia dijadwalkan tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang sekitar pukul 10.30, namun kenyataanya baru tiba pada pukul 13.10 didampingi Ibu Negara dan rombongan. Sebelum ke Semarang dia menghadiri acara di Bali.
Dewan Pelaksana Pengelola (DPP) MAJT juga sudah melakukan persiapan maksimal menyambut kedatangan orang nomor satu itu, sejak Kamis (18/10)

Sekretaris DPP MAJT Drs Muhyiddin MAg

Sekretaris DPP MAJT, Drs KH Muhyiddin MAg mengatakan, DPP MAJT tidak kecewa dengan batalnya Presiden Jokowi ke MAJT. Hal itu disikapi sebagai sesuatu yang biasa saja, mengingat manusia hanyalah hamba Allah yang hanya bisa merencanakan. Dan semua yang terjadi, hendaklah disikapi dengan tetap berprasangka baik (khusnudzon).
“Harapan kami, para jemaah tidak kecewa dengan batalnya Pak Jokowi ke MAJT,” katanya.
Dia menambahkan, meskipun Presiden Jokowi batal melaksanakan shalat Jumat di MAJT,  jemaah tetap membludak. Hal ini juga menjadi berkah bagi MAJT, salah satu di antaranya jumlah infaq  meningkat.
“Alhamdulillah jumlah infak bertambah. Semoga amal jariah jemaah mendapat Ridho Allah,” ucapnya.

Disisi lain, tambah Muhyiddin, rencana MAJT membangun Ma’had Tahfidh dan Ilmu Tafsir Alquran di area seluas 11.150 meter persegi di sebelah utara MAJT mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejauh ini jumlah dana lelang wakaf terus bertambah.
”Dana lelang wakaf terus mengalir. Hingga saat ini terkumpul sebesar Rp 187.300.000. Jumlah itu terus mengalami perubahan setiap harinya. Mudah-mudahan jamaah MAJT banyak yang mewakafkan rezekinya,” terangnya.

Seperti diketahui, ma’had tersebut diharapkan mulai operasional pada 2020. Pendirian mahad amat strategis, selain mencetak penghafal Alquran, para santri sekaligus digembleng dengan ilmu tafsir Alquran. Setelah ma’had selesai dibangun, diharapkan masing-masing kabupaten kota akan mengirimkan sedikitnya dua utusan santri untuk digembleng di mahad MAJT.
“Diharapkan lulusan ma’had ini memiliki reputasi tinggi dalam menjalankan siar Islam, sekaligus dipersiapkan untuk menjadi imam di masjid-masjid agung di Tanah Air, khususnya di Jawa Tengah. Selama ini ada yang hanya hafal Quran, tetapi tidak hafal tafsirnya,  maka dengan mengikuti pendidikan di mahad MAJT diharapkan akan hafal keduanya,” ujar KH Muhyiddin.
Jumlah santri Mahad yang akan dikelola MAJT nantinya akan dibatasi. Setiap tahun hanya akan menerima 70 santri, terdiri atas dua santri dari tiap kabupaten/kota di Jateng. Desainnya, pembiayaan para santri akan didukung Baznas kabupaten/kota, masing-masing menanggung dua santri. Hal ini sebagai bentuk kerja sama antara DPP MAJT dengan Baznas daerah. Meliputi biaya pendidikan dan living cost selama nyantri.
Kendala yang dihadapi DPP MAJT masih terbentur pada kemampuan membebaskan lahan seluas 11.150 m2, karena dana terbatas. Tanah tersebut  belum dilunasi, baru dicicil Rp 3 miliar sesuai kemampuan MAJT. Sementara total dana yang harus dikeluarkan Rp 12,7 miliar.
Untuk menutup kekurangan pelunasan tersebut hingga setahun ke depan kekurangan, DPP MAJT akan memaksimalkan lewat kotak infak setiap Jumatan, sekaligus membuka lelang wakaf tanah untuk keperluan tersebut, dengan harga Rp 1.100.000 per meter persegi.

“DPP MAJT mengajak masyarakat muslim untuk bergabung ikut lelang pembebasan lahan itu,” pintanya.

Bagi yang ikut lelang wakaf ini, dapat mengirim dana sesuai luasan tanah yang akan diwakafkan ke rekening Bank Jateng Syariah nomor 5033005854 atas nama MAJT. Dapat pula ke  Sekretariat MAJT di Jalan Gajah Raya, Semarang dengan Nomor telepon 024 6725412/ 082134970000. (infoterkiniku.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here