H Bambang Eko Purnomo, Ketua MPW Pemuda Pancasilan Jawa Tengah
H Bambang Eko Purnomo, Ketua MPW Pemuda Pancasilan Jawa Tengah

SOSOK H Bambang Eko Purnomo, SE tidak lah asing di Jawa Tengah. Menjadi anggota DPRD Jateng sejak 2009, sejak 2017 dipercaya menjadi Ketua Majelis Pimpinan Wilayah ( MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya menjadi anggota SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

Dia sosok lelaki yang pemberani, bijaksana, melindungi, dan mengayomi. Dia layak dijadikan panutan baik sebagai suami, sebagai pemimpin organisasi kemasyarakatan atau juga sebagai anggota dewan.
Suami yang menyayangi dan melindungi istri dan anak anaknya. Seorang pemimpin ormas yang bijaksana dan mengoyami anggotanya dan seorang anggota DPRD yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar bisa hidup lebih makmur, sejahtera dan bahagia.

Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2022, bagi anggota Komisi C DPRD Jateng dari Fraksi Partai Demokrat ini amanah yang berat. Mengingat Ormas Pemuda Pancasila adalah ormas yang anggotanya sangat banyak dengan latar belakang berbeda beda.
Suami dari Fathiyah Vera Himawati ini mengaku sudah memiliki arah perjuangan yang jelas dan tegas sebagai ketua MPW Pemuda Pancasila Jateng, yakni membumikan Pancasila di negeri ini, utamanya di kalangan penerus bangsa, atau biasa disebut kalangan milenial. Karena dalam kenyataannya, banyak generasi milenial di negeri ini ada tidak paham dengan Pancasila.
“Indikasinya, saat ini banyak generasi milenial yang tidak punya sopan santun, baik kepada yang lebih tua, seumuran atau juga kepada yang lebih muda. Kurang peduli dengan sesama, enggan membantu orang lain, tidak mau bergotong royong. Bahkan tidak sedikit yang nekat melakukan segala cara demi tujuan pribadi yang terkadang tujuan negatif. Adat istiadat ketimuran sudah banyak dilupakan. Bahkan juga mulai muncul kelompok kelompok aliran kiri yang menentang Pancasila. Ini sungguh memprihatinkan,” katanya.
Kurang dikenalnya Pancasila di generasi milenial, diantaranya karena saat ini sudah tidak lagi diajarkan Pancasila secara khusus di dunia pendidikan, baik di tingkat dasar ( SD, SMP), tingkat menangah (SMA) dan tinggi (perguruan tinggi). Kenyataan ini berbeda dengan dulu pada era tahun 1980 hingga 2000 an.
“Dulu ada pelajaran PMP {Pendidikan Moral Pancasila) di SD, SMP dan SMA, serta mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi. Dulu juga ada program Penataran P4 untuk murid dan mahasiswa baru. Namun  sekarang ini sudah tidak ada lagi,” terang  lelaki kelahiran Sukoharjo, 3 September 1977.
Untuk membumikan Pancasila, kata BEP seharusnya Pancasila kembali dikenalkan lewat dunia pendidikan. Tentu saja juga melalui program-program dan  kegiatan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah atau masyarakat sendiri.
Menurut BEP, pihaknya sudah merancang lima misi sebagai Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah, yaitu, Pertama; menjalin bekerjasama dengan instansi pemerintah dan elemen masyarakat setempat untuk menghasilkan sinergi yang berkesinambungan dalam menciptakan hubungan yang mutualisme. Kedua; sebagai satu organisasi kemasyarakatan (ormas), bukan sebagai penonton tetapi juga sebagai pelopor motivator barometer dan penggerak awal kegiatan positif di tengah masyarakat. Ketiga; mengaktifkan kembali organisasi Basis dan mengsinkronkan dengan AD ART Pemuda Pancasila dan Basis. Keempat; membuat sekretariat tetap yang representatif sebagai tempat ajang silaturahmi dan bahkan tempat berkomunikasi konsolidasi organisasi dan menata kesekretariatan serta menertibkan data anggota. Sekretariat ini saat ini sudah berdiri di Ruko Citragrand Sambiroto Tembalang Semarang. Kelima; pembuatan KTA, anggota baik untuk anggota lama dan penerimaan anggota baru.
“Kami ingin, bagaimana agar Pemuda Pancasila tidak hanya dikenal, tapi dibutuhkan. Kalau sampai saat ini masih ada sebagai masyarakat yang masih menilai negatif kepada kami, mungkin  bisa jadi mereka  belum kenal ormas Pemuda Pencasila. Mari silahkan berkenalan dan bergabung ke  Pemuda Pancasila. Kami ingin membangun struktur organisasi yang solid dan aktif dari tingkat paling tinggi sampai di tingkat ranting dan anak ranting,” katanya.

“Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Kami tidak sedarah, tapi lebih dari saudara. Itulah motto dan prinsip kami. Ormas Pemuda Pencasila adalah ormas dengan latar belakang anggota yang heterogen, lintas agama, lintas partai, lintas suku, lintas pendidikan. Semua orang bisa ikut bergabung,” katanya menegaskan. (it)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here